Android: Sejarah, Kelebihan, dan Versi Sistem Operasi Android

0
120
Pengertian Android
https://cyberthreat.id/

Terkadang ketika kita mencari handphone bukan hanya melihat mereknya saja, tapi juga apa sistem operasi yang digunakan. Dan sistem operasi yang paling sering dan banyak kita temui di pasaran adalah sistem operasi Android. Ya, siapa yang tidak tahu dengan sistem operasi yang banyak digunakan dalam berbagai jenis dan merek smartphone ini.

Sudah banyak versi sistem operasi Android yang dikeluarkan dengan berbagai spesifikasinya. Namun, tahukah Anda bahwa Android memiliki sejarah panjang hingga bisa menguasai pasar sistem operasi mobile saat ini dengan berbagai kelebihannya? Lalu, sebenarnya sudah banyak versi Android yang sudah dikeluarkan, apa saja itu? berikut sedikit ulasannya untuk Anda.

Pengertian Android

Android adalah sistem operasi yang dirancang oleh Google dengan basis kernel Linux untuk menjalankan kinerja perangkat elektronik yang umumnya mendukung layar sentuh, seperti tablet atau smartphone. Jadi, android digunakan dengan sentuhan (touch), gesekan ataupun ketukan pada layar gadget Anda.

Sitem Operasi Android bersifat open source atau bebas digunakan. Dengan kode sumber terbuka ini Android bisa dimodifikasi, diperbaiki dan didistribusikan oleh para pembuat ataupun pengembang perangkat lunak. Dengan sifat open source perusahaan teknologi bebas menggunakan OS ini diperangkatnya tanpa lisensi alias gratis.

Begitupun dengan para pembuat aplikasi, mereka bebas membuat aplikasi dengan kode-kode sumber yang dikeluarkan google. Dengan kelebihan itu Android memiliki jutaan support aplikasi gratis/berbayar yang dapat diunduh melalui Google Play.

Sejarah Sistem Operasi Android

Sejarah Android
milled.com

Sistem operasi Android pertama kali diciptakan oleh tiga serangkai, yaitu Andy Rubin, Chris White, dan Nick Sears. Mereka menargetkan sistem operasi yang mereka buat ini untuk dijadikan sistem operasi pada kamera digital. Namun, karena pasar kamera digital saat itu kurang menjanjikan, mereka pun mencoba hal baru dengan mengalihkan sistem operasi ini kepada ponsel pintar untuk dijadikan sistem operasi alternatif saat itu.

Android pun mulai rilis pada tahun 2004. Rilisnya Android bukan tanpa halangan. Baru saja mereka rilis, mereka sudah harus berhadapan dengan sang penguasa pasar waktu itu, yakni Symbian dan Windows Mobile. Persaingan yang cukup ketat ini pun berimbas pada finansial Android. Mereka kesulitan mendapatkan investor untuk mengembangkan produk mereka.

Hingga suatu ketika, Steve Perlman datan untuk memberikan bantuan dana sebesar 10.000 dolar kepada Andy Rubin dkk. Dengan bantuan dana dari Steve Perlman ini, Andy Rubin bisa mengembangkan teknologi Android.

Namun, suntikan dana dari Steve Perlman pun sepertinya tidak mampu membuat mereka mengalahkan sang penguasa pasar. Baru di bulan Juli 2005, Google mengakuisisi Android Inc. dengan memberikan dana sebesar 50 juta dolar.

Google menunjuk Andy Rubin dkk. untuk langsung menangani proyek pengembangan Android waktu itu. Dengan berada di bawah naungan Google, Andy Rubin dkk. bisa mengembangkan Android seperti apa yang mereka impikan.

Bagi Google sendiri, hal ini merupakan langkah besar bagi mereka. Dengan sistem operasi Android, mereka berusaha masuk ke dalam persaingan pasar sistem operasi telepon pintar. Langkah Google dimulai dengan membuat purwarupa guna bersaing dengan para pesaing di pasar ponsel pintar.

Purwarupa yang disiapkan oleh Google adalah berupa ponsel pintar yang mirip dengan milik Blackberry dengan dilengkapi keyboard. Purwarupa yang diciptakan ini pun sudah cepat tersiar hingga Desember 2006.

Di sisi lain, muncul pesaing lain di lini smartphone pada 2007, yakni Apple dengan iPhone-nya. Ya, Apple mengeluarkan produk terbaru mereka yakni iPhone. iPhone didesain sebagai smartphone yang semua layarnya merupakan layar sentuh.

Kondisi ini membuat para pesain Apple kelabakan. Bukan hanya Google, melainkan juga Nokia dan Blackberry. Setahun setelahnya, Nokia dan Blackberry membuat produk ponsel touchscreen pertama mereka.

Melihat ketiga pesaingnya melakukan manuver sedemikian rupa, Google mulai berpikir tentang masa depan produk Android mereka mengingat purwarupa pertama mereka menggunakan keyboard tanpa layar sentuh.

Google membuat langkah baru dengan memproduksi ponsel layar sentuh milik mereka sendiri, yaitu HTC Dream atau T-Mobile G1. Meskipun sudah memiliki teknologi layar sentuh, smartphone tetap tidak meninggalkan penggunaan keyboard. Kleiner Perkins, dalam datanya, menyampaikan bahwa Android mulai mengambil pangsa pasar yang sebelumnya dikuasai oleh Apple pada tahun 2010. Sampai saat ini pun hal itu terus berlanjut.

Hal yang membuat Android mampu mengambil alih pangsa pasar tersebut karena Android menerapkan sistem open source yang mana Google menggandeng berbagai produsen smartphone untuk menggunakan sitem operasi Android. Sementara itu, Apple hanya mengkhususkan penggunakan iOS untuk handphone iPhone-nya.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Operasi Android

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Operasi Android
https://9to5google.com/

Meskipun sistem operasi Android menguasai pangsa pasar hingga saat ini, Android tetap memiliki kelemahan yang mungkin perlu diketahui. Berikut sedikit ulasannya untuk Anda.

Kelebihan Android

1. Android merupakan Sistem Open Source

Sistem Android yang bersifat open source mampu memberikan kebebasan kepada para produsen smartphone untuk menyesuaikan spesifikasi Android yang mereka gunakan dengan smartphone yang hendak mereka keluarkan. Hal ini membuat permintaan terhadap Android terus bertambah tinggi dibandingkan dengan iOS yang hanya digunakan untuk iPhone.

2. Harga Sesuai Dengan Kualitas dan Mampu Menjangkau Seluruh Kalangan

Android memiliki harga yang bisa disesuaikan dengan kualitasnya. Semakin mahal, semakin bagus pula kualitasnya. Kondisi demikian pun bisa membuat seluruh kalangan mampu menggunakan Android. Mereka yang memiliki dompet tebal bisa menggunakan Android dengan spesifikasi tinggi. Mereka yang dompetnya pas-pasan pun tetap bisa menggunakan Android tentu dengan spesifikasi sesuai harganya.

3. Didukung Ribuan Aplikasi

Android yang bersifat open source mampu membuat dia disesuaikan dengan berbagai aplikasi sesuai kebutuhan developer smartphone. Bisa kita lihat bersama di Play Store banyak aplikasi yang dipasangkan di smartphone Android kita sesuai dengan spesifikasi yang ada, mulai dari game, musik, travelling, hingga m-banking.

4. Sistem Android Mudah dimodifikasi

Banyak komponen yang bisa diatur ulang atau dimodifikasi, mulai dari ROM  hingga custom overclock pada sistem operasi. Hal ini bisa mempercepat performa smartphone dengan sistem operasi Android sesuai dengan keinginan kita.

Kekurangan Android

1. Kerja sistemnya cukup berat

Kerja sistem Android bisa dikatakan cukup berat dan membutuhkan banyak memori dalam kinerjanya, baik itu RAM maupun ROM. Hal ini berdampak pada smartphone dengan spesifikasi RAM dan ROM rendah akan kesulitan dalam menyesuaikan performanya.

2. Kurang stabil dan kurang optimalnya sistem hasil modifikasi

Sistem Android memang mudah dimodifikasi oleh siapapun. Namun, hal ini bukan berarti tanpa efek samping. Tak jarang, hasil modifikasi sistem Android justru memberikan dampak pada sistemnya sendiri. Sistem menjadi kurang optimal dalam bekerja. Bahkan bisa berdampak pada hardware dan memori yang ada.

3. Kurang responsif jika disandingkan dengan spesifikasi hardware yang tidak baik

Sistem Android pun harus digunakan pada perangkat yang memiliki spesifikasi sesuai dengan kemampuan kinerja Android itu sendiri. Hal tersebut berkaitan dengan kapasitas RAM, ROM, dan kecepatan prosesor yang digunakan pada smartphone.

Versi Sistem Operasi Android

Versi Sistem Operasi Android
tirto.id

Melalui proses yang cukup panjang, Android sudah mengembangkan berbagai versi hingga saat ini. Mulai dari Android Astro hingga yang paling terbaru Android 10. Berikut ulasannya untuk Anda.

1. Astro 1.0

Astro 1.0 dirilis pada 23 September 2008. Versi Astro 1.0 pertama kali digunakan oleh smartphone HTC Dream yang diproduksi Google saat itu bekerja sama dengan HTC.

2. Bender 1.1

Bender 1.1 dirilis pada 9 Februari 2009. Awalnya, versi ini diberi nama Bender, namun karena masalah hak cipta ditambahi 1.1 di belakangnya. Sistem ini dirilis untuk perangkat T-Mobile G1 saja.

3. Cupcake 1.5

Cupcake 1.5 dirilis pada 30 April 2009. Versi ini merupakan versi pertama yang menggunakan nama makanan dan sesuai urutan abjad. Karena sebelumnya sudah menggunakan nama dengan awalan A dan B, versi ketiga ini pun menggunakan awalan C sebagai namanya.

4. Donut 1.6

Donut 1.6 dirilis pada 15 September 2009. Versi ini sudah mengalami beberapa peningkatan, yaitu pada fitur pencarian dan UI yang lebih user friendly dan sudah mendukung teknologi CDMA/EVDO, 802.1 x, VPNs.

5. Eclair 2.0 – 2.1

Sistem Android dengan dua versi ini rilis di pasaran pada 3 Desember 2009. Pada versi inilah mulai muncul fitur yang sangat bermanfaat bagi kita saat bepergian, yaitu Google Maps.

6. Froyo 2.2

Versi ini rilis 20 Mei 2010. Froyo sendiri merupakan singkatan dari frozen yoghurt. Karena terlalu panjang untuk nama produk, singkatan Froyo pun dipilih sebagai nama produk. Perubahan pada versi ini cukup banyak, antara lain adanya dukungan Adobe Flash 10.1, kecepatan kinerja, intergrasi V8 JavaScript engine, pemasangan aplikasi dalam SD Card, kemampuan Wi-Fi Hotspot portable, dan kemampuan auto update dalam aplikasi Android Market.

7. Gingerbread 2.3

Versi ini dirilis pada 6 Desember 2010. Pada versi ini mulai terdapat perubahan dalam peningkatan kemampuan gaming. Selain itu ada juga peningkatan fungsi copy paste, User Interface, dukungan format video VP8 dan WebM, hingga dukungan jumlah kamera lebih dari satu.

8. Honeycomb 3.0/3.1

Versi ini diluncurkan pada 22 Februari 2011. Honeycomb 3.0/3.1 merupakan OS yang didesain khusus untuk pengoptimalan penggunaan pada tablet PC. Selain itu, versi ini juga mendukung multi prosesor dan akselerasi hardware untuk grafis.

9. Ice Cream Sandwich 4.0

Ice Cream Sandwich 4.0 diluncurkan tanggal 19 Oktober 2011. Versi ini membawa fitur Honeycomb untuk diintegrasikan pada smartphone. Selain itu, ada tambahan fitur baru, seperti membuka kunci dengan pengenala wajah, perangkat tambahan fotografi, hingga berbagi informasi menggunakan NFC.

10. Jelly Bean 4,1/4.2/4.3

Di tahun 2012, android mengeluarkan versi Jelly Bean. Teknologi Google Now mulai diperkenalkan pada Jelly Bean 4.1 yang bisa diakses langsung melalui homescreen. Sementara Jelly Bean 4.2 mulai mengembangkan berbagai fitur, seperti photosphere untuk panorama, daydream sebagai screensaver, power control, dan masih banyak lagi. Sedangkan versi 4.3 merupakan pembaharuan dari versi sebelumnya.

11. KitKat 4.4

KitKat 4.4 diluncurkan pada 3 September 2013. Versi ini dirancang sedemikian rupa oleh Google untuk meningkatkan user experience. Versi memang membutuhkan kapasitas memori dan spesifikasi smartphone yang lebih tinggi jika dibandingkan para pendahulunya. Disarankan perangkat harus memiliki minimal RAM 512 MB.

12. Lollipop 5.0

Lollipop 5.0 secara resmi tersedia melalui OTA atau over the air dan dirilis di pasaran pada 12 November 2014. User Interface dalam versi ini didesain ulang oleh Google dengan menggunakan material design sehingga menunjukkan perubahan yang sangat menonjol.

13. Marshmallow 6.0

Marshmallow 6.0 diluncurkan dengan membawa berbagai fitur canggih di dalamnya. Ada fitur doze sebagai penghemat baterai, USB type C enabled, multi window, sensor sidik jari untuk membuka dan mengunci layar smartphone, serta penggunaan dua aplikasi dalam satu layar.

14. Nougat 7.0

Nougat 7.0 bisa dibilang sebagai pengembangan sistem Android terbesar oleh Google. Performa dan interface-nya dikembangkan sedemikian rupa sehingga jauh lebih canggih dan intuitif dibandingkan Marshmallow.

15. Oreo 8.0

Pada tahun 2017, Oreo 8.0 mulai dirilis dengan penambahan berbagai fitur multitasking dan perombankan besar-besaran dalam fitur notifikasi. Dengan perombakan dalam notifikasi, pengguna bisa mengatur notifikasi mana saja yang ingin ditampilkan dan mana yang tidak. User Interface yang lebih segar dan rapi membuat pengguna mudah dalam mengakses aplikasi dan informasi.

16. Pie 9.0

Hal menarik dar versi yang dirilis pada 2018 ini adalah menggunakan tombol tunggal berbentuk elips untuk menggantikan tiga tombol navigasi yang ada sebelumnya. Dengan sokongan Artificial Intelegence (AI) di dalamnya, membuat versi ini mampu membaca pola penggunaan yang sering digunakan.

17. Android 10

Android versi ini sebelumnya dirilis dengan nama Android Q Beta pada 13 Maret 2019. Android 10 baru resmi dirilis pada 3 September 2019 untuk beberapa perangkat tertentu saja. Di Indonesia, Android 10 belum tersedia dan masih dalam tahap pengembangan.

Itu tadi sedikit penjelasan mengenai sejarah, kelebihan, dan versi dari sistem operasi Android. Semoga bisa bermanfaat dan menjadi pengetahuan baru bagi Anda.

Referensi:

  1. https://www.slideshare.net/viery_stg/sejarah-android-viery-6-b
  2. http://cci.umk.edu.my/v7/index.php/my/component/k2/item/ 174-versi-android
  3. https://www.kompasiana.com/iapkdata/559f88c3197b6155068b4569/ perkembangan-android

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here